Logo
About Us News Contact Us
14 September 2026 | INFORMATION | Oleh Marketing

5 Mitos Mobil Listrik yang Masih Banyak Dipercaya, Ini Faktanya

Mobil listrik semakin banyak digunakan di Indonesia, tetapi masih ada berbagai anggapan yang membuat sebagian konsumen ragu beralih ke kendaraan EV. Mulai dari baterai yang dianggap cepat rusak, jarak tempuh pendek, hingga kekhawatiran soal keamanan dan biaya perawatan.

Faktanya, teknologi kendaraan listrik terus berkembang. Meski demikian, bukan berarti EV sepenuhnya bebas dari risiko. Berikut beberapa mitos mobil listrik yang masih banyak dipercaya beserta fakta sebenarnya.

1. Mobil Listrik Tidak Cocok untuk Perjalanan Jauh

Salah satu mitos yang paling sering muncul adalah mobil listrik hanya cocok digunakan di dalam kota karena baterainya cepat habis.

Faktanya, banyak kendaraan listrik modern sudah memiliki jarak tempuh yang memadai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan antarkota. Namun, jarak tempuh aktual tetap dipengaruhi oleh kapasitas baterai, kecepatan, kondisi lalu lintas, penggunaan AC, gaya berkendara, dan kondisi baterai. Karena itu, pengguna tetap perlu memahami kemampuan kendaraannya serta merencanakan lokasi pengisian daya ketika melakukan perjalanan jauh.

2. Charging Mobil Listrik Selalu Sulit dan Lama

Mengisi daya EV sering dianggap jauh lebih merepotkan dibandingkan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

Padahal, mobil listrik dapat diisi melalui beberapa metode, mulai dari home charging, AC charging di lokasi publik, hingga DC fast charging. Waktu pengisian juga berbeda pada setiap kendaraan. Kapasitas baterai, daya charger, kemampuan kendaraan menerima daya, temperatur, dan kondisi baterai akan memengaruhi durasi charging. Dengan kebiasaan pengisian yang terencana, misalnya melakukan charging ketika kendaraan sedang parkir di rumah, proses pengisian daya dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

3. Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak

Baterai menjadi salah satu komponen yang paling sering dikhawatirkan calon pengguna EV. Banyak yang menganggap baterai akan cepat rusak dan harus diganti setelah beberapa tahun.

Faktanya, baterai mobil listrik mengalami degradasi secara bertahap, bukan langsung rusak setelah mencapai usia tertentu. Kondisi baterai dapat dipengaruhi oleh usia kendaraan, jarak tempuh, siklus charging, temperatur, kebiasaan penggunaan fast charging, serta sistem pengelolaan temperatur kendaraan. Karena baterai termasuk komponen bernilai tinggi, kondisi dan State of Health baterai menjadi aspek penting yang perlu diperiksa, terutama ketika membeli mobil listrik bekas.

4. Mobil Listrik Berbahaya Saat Hujan atau Banjir

Karena menggunakan sistem kelistrikan bertegangan tinggi, masih ada anggapan bahwa EV berbahaya digunakan ketika hujan. Pada penggunaan normal, kendaraan listrik telah dirancang dengan sistem perlindungan pada baterai dan kelistrikannya. Namun, hal tersebut bukan berarti mobil listrik aman untuk diterjang atau dibiarkan terendam banjir.

Sama seperti kendaraan konvensional, pemilik EV tetap perlu menghindari genangan yang melebihi batas aman kendaraan. Jika mobil listrik mengalami banjir atau terendam air, jangan mencoba menangani komponen high-voltage sendiri. Kendaraan sebaiknya diperiksa oleh tenaga profesional sebelum kembali digunakan.

5. Mobil Listrik Tidak Perlu Servis

Mobil listrik memang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan dengan mesin bensin atau diesel. EV juga tidak membutuhkan beberapa perawatan seperti penggantian oli mesin atau busi.

Namun, lebih sedikit perawatan bukan berarti tidak membutuhkan perawatan sama sekali. Komponen seperti baterai, electric drive motor, sistem pendinginan, rem, ban, suspensi, aki 12 volt, charging port, hingga perangkat elektronik tetap perlu diperiksa secara berkala. Mengikuti jadwal servis sesuai rekomendasi pabrikan tetap penting untuk menjaga performa dan kondisi kendaraan.

Mobil Listrik Tetap Memiliki Risiko Kerusakan

Berbagai mitos di atas memang tidak sepenuhnya benar, tetapi bukan berarti EV bebas dari masalah.

Karakter kerusakan kendaraan listrik berbeda dengan mobil konvensional. Jika mobil bensin banyak berkaitan dengan mesin dan transmisi, EV memiliki komponen seperti traction battery, electric motor, inverter, charging system, dan control module.

Komponen tersebut tetap dapat mengalami gangguan atau kerusakan dan pada kondisi tertentu membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Karena itu, kondisi kendaraan, riwayat servis, kondisi baterai, serta status garansi kendaraan menjadi hal penting selama masa kepemilikan.

Apakah Garansi Mobil Listrik Tetap Penting?

Garansi tetap memiliki peran dalam memberikan perlindungan terhadap risiko biaya perbaikan tak terduga. Pemilik kendaraan sebaiknya memahami cakupan garansi pabrikan, masa berlaku, batas kilometer, komponen yang dijamin, serta persyaratan perawatan kendaraan.

Setelah masa perlindungan pabrikan berakhir, program Extended Warranty dapat menjadi pilihan perlindungan tambahan terhadap komponen tertentu sesuai cakupan dan ketentuan program.

Lindungi Kendaraan Bersama Warranty Solution International

Sebagai penyedia solusi perlindungan kendaraan, Warranty Solution International (WSI) menghadirkan program garansi untuk membantu pemilik kendaraan dan mitra bisnis otomotif mengelola risiko kerusakan mekanikal maupun elektrikal. Seiring berkembangnya teknologi kendaraan listrik, kebutuhan perlindungan kendaraan juga ikut berubah. Memahami kondisi kendaraan, melakukan perawatan berkala, serta memiliki perlindungan yang sesuai dapat membantu memberikan rasa aman selama masa kepemilikan.

Kenali lebih lanjut program perlindungan kendaraan WSI dan temukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan maupun bisnis otomotif Anda.

Kesimpulan

Banyak mitos mobil listrik masih berasal dari informasi lama atau pemahaman yang kurang tepat mengenai teknologi EV.

Mobil listrik modern telah berkembang dalam hal jarak tempuh, charging, keamanan, dan ketahanan baterai. Namun, EV tetap memiliki risiko kerusakan pada baterai, motor listrik, charging system, maupun komponen elektronik lainnya. Karena itu, perawatan berkala, pemeriksaan kondisi kendaraan, dan perlindungan garansi tetap menjadi bagian penting dalam memiliki mobil listrik.

Telusuri Media Sosial Warranty Solution International