Logo
About Us News Contact Us
15 September 2026 | Tips & Trick | Oleh Marketing

Beli EV Bekas, Apa Saja yang Harus Dicek Sebelum Deal?

Harga mobil listrik bekas yang semakin beragam membuat EV menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan biaya lebih terjangkau. Namun, membeli mobil listrik bekas membutuhkan perhatian yang sedikit berbeda dibanding membeli mobil bensin atau diesel.

Kondisi bodi yang mulus dan kilometer yang rendah belum tentu cukup untuk memastikan sebuah EV dalam kondisi baik. Baterai, sistem kelistrikan, riwayat charging, hingga sisa garansi juga perlu diperiksa sebelum transaksi.

Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips membeli mobil listrik bekas yang penting diperhatikan sebelum Anda deal.

1. Cek Battery Health, Jangan Hanya Lihat Kilometer

Baterai merupakan salah satu komponen utama sekaligus bernilai tinggi pada kendaraan listrik.

Karena itu, jangan hanya menilai kondisi EV berdasarkan usia kendaraan dan angka kilometer. Periksa juga kondisi kesehatan baterai atau State of Health (SOH). SOH menunjukkan kondisi kapasitas baterai dibandingkan ketika masih dalam kondisi baru. Semakin baik kondisi baterai, semakin optimal pula kemampuannya menyimpan energi.

Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan menggunakan diagnostic system atau di bengkel yang memiliki kemampuan melakukan pengecekan baterai EV. Dengan begitu, Anda mendapatkan gambaran kondisi baterai berdasarkan data, bukan hanya berdasarkan perkiraan dari usia kendaraan.

2. Pastikan Sisa Garansi Baterai dan Kendaraan

Sebelum membeli EV bekas, periksa apakah kendaraan masih memiliki garansi pabrikan.

Jangan hanya menanyakan apakah garansi masih aktif. Periksa juga:

Garansi baterai dan garansi kendaraan juga dapat memiliki periode perlindungan yang berbeda. Karena itu, memahami sisa garansi mobil listrik bekas dapat membantu Anda memperkirakan perlindungan yang masih tersedia setelah kendaraan berpindah tangan.

3. Periksa Riwayat Servis dan Penggunaan Kendaraan

Riwayat servis merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui bagaimana kendaraan dirawat oleh pemilik sebelumnya.

Pastikan servis berkala dilakukan sesuai rekomendasi pabrikan dan, jika tersedia, periksa catatan perawatan atau service history kendaraan. Selain itu, Anda juga dapat menanyakan pola penggunaan kendaraan sebelumnya, termasuk kebiasaan charging.

Apakah kendaraan lebih sering menggunakan home charging atau DC fast charging? Apakah pernah mengalami kendala saat proses charging?

Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana EV digunakan selama masa kepemilikan sebelumnya.

4. Cek Charging Port dan Sistem Kelistrikan

Saat melakukan inspeksi EV bekas, jangan lupa memeriksa sistem charging.

Pastikan charging port tidak mengalami kerusakan, korosi, atau masalah pada konektor. Periksa juga apakah kabel charging bawaan kendaraan masih tersedia dan dapat digunakan dengan baik. 

Selain itu, perhatikan indikator dan warning light pada dashboard. Jika terdapat peringatan pada baterai, charging system, motor listrik, atau sistem elektronik lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum membeli kendaraan. Diagnostic scan juga dapat membantu mengetahui apakah terdapat error yang tersimpan pada sistem kendaraan.

5. Waspadai Bekas Banjir atau Tabrakan

Riwayat banjir dan kecelakaan menjadi perhatian penting ketika membeli kendaraan bekas, termasuk kendaraan listrik.

Pada EV, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap bodi kendaraan, tetapi juga area baterai dan sistem kelistrikan.

Perhatikan tanda-tanda seperti korosi, bekas lumpur, kelembapan pada interior, kondisi konektor listrik, hingga bagian bawah kendaraan.

Benturan pada bagian bawah mobil juga perlu diperhatikan karena pada banyak EV, traction battery ditempatkan di area bawah kendaraan.

Jika terdapat indikasi kendaraan pernah mengalami banjir atau kecelakaan berat, sebaiknya lakukan pemeriksaan profesional sebelum mengambil keputusan.

6. Jangan Lewatkan Test Drive

Test drive tetap menjadi bagian penting ketika membeli mobil listrik bekas. Gunakan kesempatan ini untuk merasakan respons kendaraan dan memastikan seluruh sistem bekerja dengan normal.

Perhatikan beberapa hal seperti:

Mobil listrik umumnya memiliki karakter berkendara yang lebih senyap. Karena itu, suara atau getaran tidak biasa justru dapat lebih mudah terasa saat test drive.

7. Jangan Hanya Tergiur Harga Murah

Harga murah memang menarik, tetapi sebaiknya jangan menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih EV bekas.

Bandingkan harga kendaraan dengan kondisi baterai, riwayat servis, kondisi ban, kelengkapan charger, sisa garansi, serta potensi biaya perbaikan setelah pembelian. Unit dengan harga sedikit lebih tinggi tetapi memiliki riwayat servis jelas, kondisi baterai baik, dan garansi yang masih aktif bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibanding unit murah dengan banyak risiko tersembunyi.

Checklist Sebelum Membeli Mobil Listrik Bekas

Sebelum melakukan transaksi, setidaknya pastikan Anda sudah memeriksa:

Battery Health ✓
Sisa Garansi ✓
Riwayat Servis ✓
Charging System ✓
Riwayat Banjir atau Tabrakan ✓
Test Drive ✓
Dokumen Kendaraan ✓

Pemeriksaan menyeluruh dapat membantu mengurangi risiko mendapatkan kendaraan yang terlihat bagus dari luar tetapi memiliki masalah pada sistem penting di dalamnya.

Apakah Mobil Listrik Bekas Tetap Membutuhkan Garansi?

Mobil listrik memang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibanding kendaraan dengan mesin pembakaran internal. Namun, bukan berarti EV bebas dari risiko kerusakan. Komponen seperti traction battery, electric motor, inverter, on-board charger, dan berbagai control module tetap dapat mengalami gangguan selama masa penggunaan.

Karena itu, selain memeriksa sisa garansi pabrikan, pemilik EV bekas juga dapat mempertimbangkan Extended Warranty sebagai perlindungan tambahan terhadap komponen tertentu sesuai cakupan dan ketentuan program. Program perlindungan kendaraan dapat membantu mengurangi risiko biaya perbaikan tak terduga setelah garansi pabrikan berakhir.

Lindungi Kendaraan Bersama Warranty Solution International

Sebagai penyedia solusi perlindungan kendaraan, Warranty Solution International (WSI) menghadirkan program garansi untuk membantu pemilik kendaraan dan mitra bisnis otomotif mengelola risiko kerusakan mekanikal maupun elektrikal.

Seiring semakin berkembangnya kendaraan elektrifikasi, kebutuhan perlindungan juga ikut berubah. Pemeriksaan kendaraan yang tepat sebelum membeli, perawatan berkala, serta perlindungan yang sesuai dapat membantu memberikan rasa aman selama masa kepemilikan.

Kenali lebih lanjut program Extended Warranty WSI dan temukan perlindungan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kesimpulan

Membeli mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan menarik untuk memiliki EV dengan harga lebih terjangkau. Namun, pemeriksaannya tidak cukup hanya melihat kondisi bodi dan angka kilometer.

Kondisi baterai, sisa garansi, riwayat servis, charging system, hingga riwayat banjir atau kecelakaan perlu menjadi perhatian sebelum transaksi. Dengan pemeriksaan yang tepat dan perlindungan kendaraan yang sesuai, Anda dapat mengurangi risiko biaya tak terduga setelah membeli EV bekas.

Telusuri Media Sosial Warranty Solution International